Peluang Emas Dari Usaha Jualan Beras

Peluang Emas Dari Usaha Jualan Beras

Peluang Emas Dari Usaha Jualan Beras
Saat ini masih ada banyak peluang untuk kita bisa sukses dalam bisnis. Aneka jenis bisnis bisa kita ambil. Tinggal kita mau memilih yang mana yang dirasa cocok. Salah satu bisnis yang amat bagus prospeknya ialah berjualan beras. Barang yang satu ini dibutuhkan oleh seluruh masyarakat. Beras ketika dimasak menjadi nasi dan varian menu yang lainnya. Makanan berupa nasi inilah yang menjadi makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia. Hampir setiap hari tiap keluarga selalu menanak nasi untuk dimakan seluruh anggota keluarganya. Bahan sayur, daging sapi, ikan, dan lainnya menjadi lauk pauknya. Beras sendiri berasal dari tanaman padi. Ketika kita berbicara tentang sawah maka tanaman padi inilah yang menjadi tanaman utamanya. Para petani yang memiliki sawah menanaminya dengan padi. Tanaman ini bisa panen sekitar tiga sampai empat bulan sekali. Butiran padi disebut sebagai gabah. Ketika gabah ini digiling maka akan menjadi beras yang sudah siap untuk dimasak. Kita biasanya membeli beras bukan gabah. Sebagai seorang yang memiliki naluri dalam bisnis maka kita perlu melihat berbagai peluang usaha dari beras ini. Menjadi penjual beras rasanya pas sekali untuk kita coba kembangkan. Biasanya dalam penjualan beras ini ada sebuah hal yang istimewa. Umumnya ketika seseorang akan melakukan bisnis maka ada dua hal yang menjadi perhitungan. Seberapa besar potensi permintaan sebuah barang dan seberapa besar jumlah barang yang ada. Dari dua hal ini, kalau kita berbicara masalah beras maka barang tersebut memiliki jumlah permintaan di pasar sangat tinggi. Betapa tidak, setiap orang makan nasi yang sumbernya dari beras. Kalau seseorang makan dalam sehari tiga kali maka hanya satu orang saja sudah butuh beras sebesar itu. Belum nanti bila dalam satu keluarga atau rumah tangga yang rata-rata ada empat orang. Belum nanti ketika dalam satu kampung. Kalau dihitung maka permintaan beras amatlah tinggi.

Pages: 1 2

Leave a Reply